SOSIALISASI KREASI PENGOLAHAN SAMPAH MELALUI PROGRAM “DECOU-SANTAI” DALAM MENINGKATKAN PENGHASILAN MASYARAKAT SERTA KEPEDULIAN TERHADAP LINGKUNGAN PESISIR PANTAI CIPATUJAH

Novi Widiastuti, Prita Kartika

Abstract


Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat terkenal sebagai daerah dengan destinasi wisata pantai yang sangat indah. Salah satu pantai selain pantai pangandaran yang juga memiliki keindahan pantainya yaitu pantai cipatujah yang terletak di Desa Sindangkerta. Pantai Cipatujah memiliki luas hingga 115 hektar yang kaya akan terumbu karang untuk ikan-ikan bertelur dan berkembangbiak. Pantai Cipatujah kini dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti hotel, restoran, warung-warung, dan tempat parker yang luas. Sebagai pantai yang menjadi destinasi wisata, pantai cipatujah kini mengalami beberapa dampak positif dan negatif yang dirasakan oleh masyarakat secara langsung maupun tidak langsung. Dampak positif yang dirasakan adalah terbukanya lapangan pekerjaan baru maupun lahan usaha baru yang tentunya menjadi peluang yang menjanjikan bagi masyarakat. Banyaknya pembangunan seperti hotel, restoran, dan tempat umum lainnya menyerap banyak tenaga kerja. Namun disamping dampak positif, terdapat juga dampak negatif yang dirasakan oleh masyarakat secara tidak langsung yaitu kerusakan lingkungan akibat rendahnya kepedulian masyarakat sebagai pengunjung dalam menjaga lingkungan sekitar. Sampah di pesisir pantai menjadi masalah baru yang dihadapi oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, pengolahan sampah menjadi solusi yang tepat untuk mengembalikan kelestarian lingkungan dan juga dapat menambah daya tarik para wisatawan domestic maupun mancanegara. Sampah yang sering ditemukan adalah sampah plastic seperti botol-botol platik bekas minuman, botol kaleng, dan dan botol kaca. Melalui program “Decou-Santai” yang merupakan akronim dari Decoupage Sampah Pantai ini diharapkan masyarakat memiliki keterampilan dalam mengolah sampah pantai menjadi barang yang dapat dimanfaatkan kembali. Selain itu sampah yag diolah kembali bisa menjadi barang yang memiliki nilai jual yang tinggi sebagai cendramata khas pantai cipatujah. Program ini juga memberikan kesempatan bagi ibu-ibu rumah tangga untuk menambah penghasilan dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. 


Keywords


Melestarikan Lingkungan Pantai, Peningkatan Ekonomi, Program Pengolahan Sampah, Sampah Pantai

Full Text:

PDF

References


Agustine, A I. (2012). Analisis Faktor Potensi Pesisir Cipatujah sebagai Destinasi Wisata di Kabupaten Tasikmalaya. Skripsi pada UPI Bandung. Diterbitkan. repository.upi.edu.

CNN Indonesia. 2016. Indonesia penyumbang sampah plastik terbesar ke-dua dunia. Tersedia [online]:http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160222182308-277-112685/indonesia-penyumbang-sampah-plastik-terbesar-ke-dua-dunia/. Diakses 5 januari 2017.

Dephut] Departemen Kehutanan. (2009). Pedoman Inventarisasi Hutan Menyeluruh Berkala (IHMB) pada Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Produksi. Peraturan Menteri Kehutanan No.P.33/Menhut-II/2009

Djohani. (2003). Partisipasi, Pemberdayaan, dan Demokratisasi Komunitas: Reposisi Participatory Rural Appraisal (PRA) dalam Program Pengembangan Masyarakat, Bandung: Studio Driya Media

Hermawan. (2005). Penelitian Bisnis Paradigma Kuantitatif. Jakarta:Gramedia Media Sarana Indonesia.

Kusmana, U. (2012). Sampah dan Pesona Wisata Pantai. Tersedia [online]: http://www.kompasiana.com/kusmanausman/sampah-dan-pesona-pariwisata-pantai_55104b0e813311ab36bc62fc

Mukono. (2006). Prinsip Dasar Kesehatan lingkungan Surabaya: Airlangga University Press.

Mulyadin. (2014). Pengembangan Atraksi Wisata Pantai Cipatujah sebagai Kawasan Wisata Bahari di Kabupaten Tasikmalaya. Skripsi pada UPI Bandung. Diterbitkan. repository.upi.edu./ perpustakaan.upi.edu

Notoatmodjo. (2003). Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta.

Perundang-undangan. (2008). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Jakarta: Sekretariat Negara.

Slamet. (2004). Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta. Gajah Mada University Press.

Suyoto. (2008). Fanomena Gerakan Mengolah Sampah. Jakarta : Prima Media.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats