Pendampingan pembuatan modul ajar berbasis deep learning untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru di Sekolah Dasar Megeri Sukaperna I
DOI:
https://doi.org/10.22460/as.v9i1.29986Keywords:
Kompetensi Pedagogik, Deep Learning, Modul Ajar, TPACK, Sekolah DasarAbstract
Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran berdiferensiasi dan berbasis kompetensi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru SDN Sukaperna I melalui pendampingan intensif dalam pembuatan Modul Ajar berbasis Deep Learning. Metode yang digunakan adalah In-House Training dan Co-creation Modul Ajar selama empat minggu, melibatkan 20 guru mitra. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan Technological Pedagogical Content Knowledge yang terintegrasi dengan Deep Learning, serta kuesioner untuk mengukur kepuasan peserta. Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan kompetensi yang signifikan secara statistik ($p < 0.001$). Rata-rata skor Normalized Gain (N Gain) mencapai 0.76, yang berdasarkan kriteria Hake berada dalam kategori Tinggi, menunjukkan efektivitas program yang sangat baik. Secara kualitatif, tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan pendampingan mencapai rata-rata 4.77 dari 5 (kategori Sangat Tinggi). Keberhasilan ini membuktikan bahwa metode pendampingan intensif berbasis praktik langsung mampu mentransformasi pengetahuan teknologi abstrak (Deep Learning/Artificial Intelligence) menjadi keterampilan pedagogis konkret, mendukung guru dalam merancang Modul Ajar Kurikulum Merdeka yang inovatif dan efektif.
References
Dasar., D.G.P. (2025) Konsep dan Implementasi Deep Learning Oleh Robert Randall.
Harris, J., Mishra, P. and Koehler, M.J. (2009) ‘Harris, J., Mishra, P., & Koehler, M. (2009). Teachers’ technological pedagogical content knowledge and learning activity types: Curriculum-based technology integration refrained’, Journal of Research on Technology in Education, 41(4), pp. 393–416.
Koehler, M.J., Mishra, P. and Cain, W. (2013) ‘What is technological pedagogical content knowledge (TPACK)?’, Journal of Education, 193(3), 13–19., 193(3), pp. 13–19.
Nugraha, F.F. (2023) ‘Peningkatan Technological Pedagogical Content Knowlegde (Tpack) Bagi Guru di SDN Mekaraharja II Kecamatan Talaga Kabupaten Majalengka’.
Sa, L. and Shulman, M. (1986) ‘Those Who Understand: Knowledge Growth in Teaching’, Educational Researcher, 15(2), 4–14.1, 15(2), pp. 4–14.
Setyorini, A. and Budi, M.M. (2023) ‘Integrasi Kecerdasan Buatan dalam Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar’, Jurnal Inovasi Pendidikan Digital, 5(2), pp. 101–115.
Sintawati, M. and Indriani, F. (2019) ‘Pentingnya Literasi ICT Guru di Era Revolusi Industri 4.0.’, Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 1(2), pp. 417–422.
Tai, H.-C., Pan, M.-Y. and Lee, B.-O. (2015) ‘Applying Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) model to develop an online English writing course for nursing students’, Nurse Education Today, 35(6), pp. 782–788.
UNESCO (2015) Education 2030 Framework for Action. Paris: UNESCO.
Wulandari, D. and Hasyim, A. (2024) ‘Pelatihan Digital Interaktif untuk Peningkatan Kompetensi Guru PAUD di Kuburaya.’, Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), pp. 50–60.
Downloads
Published
Issue
Section
License
1. Proposed Policy for Journals That Offer Open Access
Authors who publish with this journal agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).