Belajar sehat dengan ceria: Meningkatkan kesadaran CTPS anak SDN 06 dan SDN 09 Cibiru Bandung melalui pertunjukan wayang boneka tangan
DOI:
https://doi.org/10.22460/as.v9i1.30045Keywords:
Belajar sehat, CTPS, Anak SD, Media wayang bonekaAbstract
Prevalensi diare pada anak sekolah di Jawa Barat sangat tinggi, menempatkan provinsi ini sebagai salah satu dari sepuluh wilayah dengan kasus terbanyak di Indonesia. Kabupaten Bandung sendiri menjadi daerah dengan kasus diare tertinggi kedua, yaitu 5.592 kasus, dengan jumlah tertinggi pada kelompok usia 5–14 tahun mencapai 12.806 kasus. Kondisi ini menunjukkan perlunya edukasi kesehatan yang tepat bagi siswa sekolah dasar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencegahan, pengenalan, dan penanganan diare sehingga dapat mendukung kesehatan dan kehadiran mereka di sekolah. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan analisis situasi untuk mengidentifikasi kebutuhan, kemudian dilanjutkan dengan perencanaan program, advokasi kepada pemangku kebijakan, serta penguatan dukungan sosial melalui tokoh masyarakat. Tahap pelaksanaan mencakup penyuluhan kesehatan dan intervensi edukatif melalui pertunjukan wayang boneka tangan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), dari nilai rata-rata pre-test 9,95 menjadi 11,41 pada post-test. Sikap siswa juga membaik, dari rata-rata 140,64 menjadi 146,82. Temuan ini membuktikan bahwa media wayang boneka tangan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan sikap siswa terhadap praktik CTPS sebagai upaya pencegahan diare.
References
Adha, N., Izza, F. N., Riyantiasis, E., Pasaribu, A. Z., & Amalia, R. (2021). Pengaruh Kebiasaan Mencuci Tangan Terhadap Kasus Diare Pada Siswa Sekolah Dasar: a Systematic Review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 2(2), 112–119. https://doi.org/10.31004/jkt.v2i2.1842
Arsyad, A. (2019). Media Pembelajaran. Rajawali Pers.
Azizah, M., & Prakoso, A. D. (2024). Peningkatan Pemahaman Anak Sekolah Dasar Negeri Pasir Gombong 04 Tentang Kejadian Diare. Jurnal Medika Mengabdi, 1(1), 5–9.
Bandura, A. (1986). Social Foundations of Thought and Action: A Social Cognitive Theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
Dinas Kesehatan Jawa Barat. (2022). Profil Kesehatan Jawa Barat Tahun 2022. Dinkes Jabar, July, 1–23.
Hapsari, N., & Wulandari, E. (2020). Penggunaan media boneka tangan dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan pada anak usia sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 8(2), 123–131.
Kemenkes RI. (2018). Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Kementrian Kesehatan RI, 53(9), 1689–1699.
Kemenkes RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2021. In Pusdatin.Kemenkes.Go.Id.
Notoadmojo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan (edisi revisi 2012). Cipta., Jakarta: Rineka.
RI, K. (2023). Kajian Isu strategis ( agenda setting ) kebijakan tahun 2023. 45.
Sari, P., & Handayani, L. (2022). Efektivitas Media Permainan Edukatif dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan pada Remaja. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 17(1), 12–20.
Windyastuti, N. Rohana, R. A. S. (2017). Diare Pada Anak Usia Sekolah Di Sekolah Dasar Negeri. 484–491.
World Health Organization. (2020). Hand Hygiene in Community Settings. Geneva: WHO Press.
Yosef Pandai Lolan; Antri Ariani;Supriyatni. (2025). Meningkatkan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri melalui permainan media edukasi promosi kesehatan Pos Monopoli Anemia (POMIA). Abdimas Siliwangi, 8(1), 235–249. https://doi.org/10.22460/as.v8i1.26293
Downloads
Published
Issue
Section
License
1. Proposed Policy for Journals That Offer Open Access
Authors who publish with this journal agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).