Sosialisasi literasi digital melalui pemanfaatan media sosial bagi sekolah di Desa Amfoang, Kabupaten Kupang, NTT
DOI:
https://doi.org/10.22460/as.v6i1.14977Keywords:
Sosialisasi, Literasi, Media DigitalAbstract
Geografi wilayah Indonesia maka banyak daerah yang masih mengalami “blank spot area†jaringan komunikasi, sehingga kehidupan bermasyarakat, berwarga negara, berbangsa bahkan roda perekonomian kalah cepat dibandingkan daerah-daerah yang tidak memiliki blank spot area. Kesulitan mengakses jaringan internet bagi warga Amfoang selama ini nampaknya akan segera diatasi. suport distribusi jaringan sehingga kebutuhan masyarakat akan jaringan terpenuhi. Perubahan pada tatanan kehidupan masyarakat telah dirasakan sebagai akibat dari masuknya pengaruh internet. Teknologi ini sudah dapat diakses oleh berbagai kalangan masyarakat di Indonesia dengan berbagai lapisan masyarakat dan kategori usia. Begitu hal nya dengan manusia usia remaja yang sedang dalam masa produktif dan inovatif sehingga memiliki rasa keingin-tahuan dalam memperoleh informasi. Segmentasi terbesar dari pengguna internet di Indonesia adalah mereka yang termasuk kedalam kategori remaja, oleh karenanya Pengabdi akan fokus pada sekolah dan warga sekolah yang sedang menempuh pendidikan. Pemahaman akan internet sebagai salah satu bentuk media digital dirasa perlu untuk lebih bijak dalam penggunaannya, peran media digital ini didorong dengan semakin banyaknya media sosial yang memberikan akses informasi bagi warga sekolah dan masyarakat. Sehingga penyebaran informasi akan rentan terhadap segala bentuk ancaman, seperti hoax dan ujaran kebencian. Oleh karenanya, perlu adanya literasi yang harus dipahami dalam kesadaran diri remaja akan penggunaan media digital terutama pada media sosial. Kegiatan sosialisasi terhadap literasi digital dirasa perlu dilakukan khususnya kepada manusia usia remaja sebagai bagian dari komunitas digital. Capaian dalam kegiatan literasi ini dapat mendorong dan mempengaruhi persepsi warga sekolah terhadap pengkonsumsian media informasi dalam bentuk media digital sehingga mampu mengubah kepercayaan dan perilaku peserta didik untuk melek teknologiReferences
Art, Silverblatt. (1995). Media Literacy: Key To Interprenting Media Massages. Publisher: Preager. USA.
Baran, Stanley J. dan Dennis K. Davis. (2010). Teori Komunikasi Massa Dasar, Pergolakan, dan Masa Depan. Jakarta: Salemba Humanika.
De Vito, Joseph. (2001). The Interpersonal Communication Book. Allyn and Bacon Publisher.
Jenkins, Henry. (2009). Confronting The Challenges of Participatory Culture: Media Education for the 21st Century. Illinois: MacArthur Foundation. Livingstone.
Sonia. (2002). Young People Media. London: Sage Publications. Potter,W.J. (2005). Media Literacy. Upper Sadler River,NJ: Prentice Hall. Riswanto, Purji. 2013. Model-Model Gerakan Literasi Media dan Pemantauan Media di Indonesia. Jakarta: PKMB dan Yayasan TIFA.
Suciati, S. (2017). Teori Komunikasi dalam Multi Perspektif: Litera Yogyakarta. Mantrijeron, Yogyakarta.
Tamburaka, Apriadi. (2013). Literasi media: cerdas bermedia khalayak media massa: Amazon.com.
Downloads
Published
Issue
Section
License
1. Proposed Policy for Journals That Offer Open Access
Authors who publish with this journal agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).