Pendampingan pengembangan guru SD/MI dalam pembuatan cerita anak menggunakan Artificial Intelligence (AI)

Pendampingan pengembangan guru SD/MI dalam pembuatan cerita anak menggunakan Artificial Intelligence (AI)

Authors

  • Patimah Patimah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
  • Heru Mudiyanto UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
  • Aceng Jaelani UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

DOI:

https://doi.org/10.22460/as.v8i3.31050

Keywords:

Cerita Anak, Guru SD/MI, artificial intelligence, guru sekolah dasar, Pengabdian kepada masyarakat, ABCD

Abstract

Children’s stories play a strategic role in character building, literacy development, and the enhancement of imagination among elementary school students. However, the quality of children’s stories available in society remains relatively low in terms of language use, storyline, and thematic variation. Elementary school teachers have significant potential to become producers of educational children’s stories, yet many face limitations in writing skills and the use of digital technology. This community service program aimed to assist SD/MI teachers in developing children’s stories using Artificial Intelligence (AI). The program employed the Asset Based Community Development (ABCD) approach, consisting of discovery, dream, design, define, and destiny stages. The participants were 10 teachers from SDIT Bilingual Alma Asy-Syauqi Cirebon. Assistance was provided through face-to-face training sessions, online mentoring, and hands-on practice using AI tools for developing story titles, outlines, narratives, and illustrations. The results indicate that the program was successfully implemented in accordance with the ABCD stages and effectively enhanced teachers’ competencies in creating children’s stories. Approximately 70% of participants succeeded in producing complete AI-assisted children’s stories. These findings suggest that integrating AI into teacher mentoring programs is effective in strengthening teachers’ capacity as creators of contextual and educational children’s literature.

 

 

References

Abilowo, M., Nugroho, L. E., & Santosa, P. I. (2020). Perancangan chatbot sebagai pembelajaran dasar Bahasa Jawa menggunakan Artificial Intelligence Markup Language. Jurnal Informatik, 16(3), 139–147.

Ardhyantama, V. (2017). Pendidikan karakter melalui cerita rakyat pada siswa sekolah dasar. Indonesian Journal of Primary Education, 1(2), 95–104.

Cathrin, S., & Wikandaru, R. (2023). The future of character education in the era of artificial intelligence. Humanika, 23(1), 91–100. https://doi.org/10.21831/hum.v23i1.59741

Cholissodin, I., Sutrisno, S., Soebroto, A. A., Hasanah, U., & Febiola, Y. I. (2020). AI, machine learning & deep learning. Malang: Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya.

Danawati, D., Nugraheni, A. S., & Rahayu, S. (2021). Pelatihan dan pendampingan penulisan buku kumpulan cerita anak berbasis penguatan pendidikan karakter bagi guru SD Muhammadiyah Kabupaten Malang. Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, 4(1).

Eliyah, E., Kurniawati, D., & Rahmawati, N. (2022). Program pelatihan guru dalam pembuatan dan implementasi media cerita bergambar pada anak usia dini. PKM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1).

Fitroh, S. F., & Sari, E. N. (2015). Dongeng sebagai media penanaman karakter pada anak usia dini. Jurnal PG-PAUD Trunojoyo, 2(2), 76–149.

Juniza, A., Sari, D. P., & Hadiyanto, H. (2022). Pengaruh media pembelajaran buku cerita bergambar terhadap keterampilan bercerita siswa kelas III. Journal on Teacher Education, 3(2).

McKnight, J., & Kretzmann, J. (1996). Mapping community capacity. Evanston, IL: Northwestern University, Institute for Policy Research.

Mulyana, Y. M. Y. (2022). Penggantian aparatur sipil negara (ASN) dengan robotik dalam mewujudkan digitalisasi birokrasi di era revolusi industri 4.0. JISOS: Jurnal Ilmu Sosial, 1(7), 485–496.

Munthe, A. P., & Halim, A. (2019). Pendidikan karakter bagi anak usia dini melalui buku cerita bergambar. Satya Widya: Jurnal Penelitian Pengembangan Pendidikan, 35(2).

Murphy, R. F. (2019). Artificial intelligence applications to support K–12 teachers and teaching. Educational Technology & Society, 22(4), 1–14.

Musbikin, I. (2010). Buku pintar PAUD. Jakarta: Transmedia.

Ngura, E. T., Go, B., & Rewo, J. M. (2020). Pengaruh media pembelajaran buku cerita bergambar terhadap perkembangan emosional anak usia dini. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 7(2), 118–124. https://doi.org/10.38048/jipcb.v7i2.94

Putri, H. (2017). Penggunaan metode cerita untuk mengembangkan nilai moral anak TK/SD. Muallimuna: Jurnal Madrasah Ibtidaiyah, 3(1), 87–95.

Putri Astawa, I. B. M., & Permana, H. (2020). Media pembelajaran dengan kecerdasan buatan dalam pembelajaran Bahasa Inggris Generasi Z. Jurnal Sains Sosio Humaniora, 4(2).

Putri Astawa, I. B. M., & Widya Utami, N. M. (2020). Pelatihan pembuatan buku cerita digital sederhana sebagai bahan ajar dalam kondisi new normal. Jurnal Karya Abdi, 4(1).

Saifuddin, M. F. (2016). Pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan Dasar, 7(1).

Sherraden, M. (2006). Assets and the poor: A new American welfare policy. New York: M.E. Sharpe.

Solfiah, Y., Satria, D., & Putra, R. (2021). Pengaruh buku cerita bergambar terhadap pengetahuan manajemen bencana anak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 783–794.

Trimansyah, B. (2020). Panduan penulisan buku cerita anak. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Winarsih, W., Handayani, R., & Pratama, A. (2023). Penggunaan cerita anak terhadap pengembangan kemampuan bahasa dan imajinasi anak. Jurnal Pendidikan Sosial dan Konseling, 1(3).

Yulianti, M. (2014). Peranan metode bercerita dalam mengembangkan nilai-nilai moral pada anak. Jurnal Bungamputi, 2(3).

Downloads

Published

2025-10-07

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 958 times
Loading...