Pendampingan modul ajar berbasis literasi kesehatan di sekolah dasar

Pendampingan modul ajar berbasis literasi kesehatan di sekolah dasar

Penulis

  • Sukma Murni IKIP Siliwangi Bandung
  • Duhita Savira Wardani IKIP Siliwangi
  • Uus Kuswendi IKIP Siliwangi
  • Ika Wahyu Anita IKIP Siliwangi

DOI:

https://doi.org/10.22460/as.v8i3.28028

Kata Kunci:

Modul Ajar, Literasi Kesehatan, Sekolah Dasar, Pendampingan Guru.

Abstrak

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru sekolah dasar dalam mengembangkan modul ajar berbasis literasi kesehatan yang terintegrasi dengan pembelajaran tematik Kurikulum Merdeka. Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu: persiapan, pelatihan, pendampingan teknis, implementasi di kelas, dan evaluasi. Pelatihan diikuti oleh 12 guru dari jenjang kelas 3–5 dan difokuskan pada penguatan konsep literasi kesehatan serta praktik penyusunan modul ajar. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa guru mampu mengembangkan sembilan modul ajar yang memuat topik-topik kesehatan seperti kebersihan diri, gizi, dan lingkungan sehat. Modul-modul tersebut telah diimplementasikan di kelas dan mendapat respon positif dari siswa, ditandai dengan meningkatnya keterlibatan dan pemahaman terhadap perilaku hidup sehat. Evaluasi juga menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap literasi kesehatan dan kemampuan mengintegrasikannya dalam pembelajaran. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap penguatan praktik pembelajaran kontekstual dan membuka peluang keberlanjutan melalui pembentukan komunitas belajar guru berbasis literasi kesehatan.

Referensi

Arriaga, Miguel, Rita Francisco, Paulo Nogueira, Jorge Oliveira, Carlota Silva, Gisele Câmara, Kristine Sørensen, Christina Dietscher, and Andreia Costa. 2022. “Health Literacy in Portugal: Results of the Health Literacy Population Survey Project 2019–2021.” International Journal of Environmental Research and Public Health. doi: 10.3390/ijerph19074225.

Avalos, B. (2011). Teacher professional development in Teaching and Teacher Education over ten years. Teaching and Teacher Education, 27(1), 10–20. https://doi.org/10.1016/j.tate.2010.08.007.

Darling-Hammond, L., Hyler, M. E., & Gardner, M. (2017). Effective Teacher Professional Development. Learning Policy Institute.

Desimone, L. M., & Garet, M. S. (2015). Best practices in teachers’ professional development in the United States. Psychology, Society, & Education, 7(3), 252–263.

Fauzi, Aisha Nabila, and Dewi Retno Suminar. 2023. “Tingkat Literasi Kesehatan Mental Pada Mahasiswa Teknik Berdasarkan Jenis Kelamin.” Buletin Riset Psikologi Dan Kesehatan Mental.

Guskey, T. R. (2002). Professional Development and Teacher Change. Teachers and Teaching, 8(3), 381–391. https://doi.org/10.1080/135406002100000512.

Handayani, Trisni, Dian Ayubi, and Dien Anshari. 2020. “Literasi Kesehatan Mental Orang Dewasa Dan Penggunaan Pelayanan Kesehatan Mental.” Perilaku Dan Promosi Kesehatan: Indonesian Journal of Health Promotion and Behavior. doi: 10.47034/ppk.v2i1.3905.

Hobbs, Renee, and Amy Jensen. 2022. “The Past, Present, and Future of Media Literacy Education.” Journal of Media Literacy Education. doi: 10.23860/jmle-1-1-1.

Kemp, Emma, Joshua Trigg, Lisa Beatty, Chris Christensen, Haryana M. Dhillon, Anthony Maeder, Patricia A. H. Williams, and Bogda Koczwara. 2021. “Health Literacy, Digital Health Literacy and the Implementation of Digital Health Technologies in Cancer Care: The Need for a Strategic Approach.” Health Promotion Journal of Australia. doi: 10.1002/hpja.387.

Khairina, Ilfa, Susmiati Susmiati, Nelwati Nelwati, and Dally Rahman. 2022. “Literasi Kesehatan Sebagai Upaya Peningkatan Perilaku Kesehatan Remaja.” JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia). doi: 10.33366/japi.v7i1.2949.

Komala, Cinta, Akhmad Faozi, Delli Yuliana Rahmat, and Popi Sopiah. 2023. “Hubungan Literasi Kesehatan Mental Dengan Trend Self-Diagnosis Pada Remaja Akhir.” Holistik Jurnal Kesehatan. doi: 10.33024/hjk.v17i3.10125.

Masitah, Eis. 2019. “Validasi Modul Literasi Kesehatan Mental Untuk Meningkatkan Self Efficacy Guru Pendamping Dalam Melakukan Deteksi Dini Permasalahan Kesehatan Mental Di Sekolah Berasrama.” Gadjah Mada University Yogyakarta Repsitory.

Nanayakkara, Janandani, Claire Margerison, and Anthony Worsley. 2018. “Senior Secondary School Food Literacy Education: Importance, Challenges, and Ways of Improving.” Nutrients. doi: 10.3390/nu10091316.

Nutbeam, D. (2000). Health literacy as a public health goal: a challenge for contemporary health education and communication strategies into the 21st century. Health Promotion International, 15(3), 259–267. https://doi.org/10.1093/heapro/15.3.259

Rudianto, Zalfa Nuraeni. 2022. “Pengetahuan Generasi Z Tentang Literasi Kesehatan.” Jurnal Pendidikan Kesehatan.

Sukmawati, Wati. 2018. “Sosialisasi Zat Aditif Dan Adiktif Pada Makanan Melalui Literasi Sains Untuk Siswa SMP Swasta Di Jakarta Timur.” Jurnal SOLMA. doi: 10.29405/solma.v7i2.1165.

Timperley, H., Wilson, A., Barrar, H., & Fung, I. (2007). Teacher Professional Learning and Development: Best Evidence Synthesis Iteration (BES). Ministry of Education, New Zealand.

Triana, Hana, Prima Gusti Yanti, and Dina Hervita. 2023. “Pengembangan Modul Ajar Bahasa Indonesia Berbasis Interdisipliner Di Kelas Bawah Sekolah Dasar Pada Kurikulum Merdeka.” Jurnal Ilmiah Mandala Education. doi: 10.58258/jime.v9i1.4644.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.

WHO. (2013). Health literacy: The solid facts. World Health Organization. https://apps.who.int/iris/handle/10665/326434.

Wenger, E. (1998). Communities of Practice: Learning, Meaning, and Identity. Cambridge University Press.

Diterbitkan

2025-10-07

Terbitan

Bagian

Articles

Article Metrics

Abstrak view : 0 times
PDF (English) - 807 times
Loading...