Penguatan kapasitas guru melalui integrasi ICT dan deep learning dalam perancangan pembelajaran bahasa inggris yang inovatif
DOI:
https://doi.org/10.22460/as.v8i3.28779Kata Kunci:
deep learning, integrasi ICT, penguatan kapasitas guru, pembelajaran Bahasa InggrisAbstrak
Penguatan kapasitas guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21 menjadi hal yang krusial, terutama dalam konteks pembelajaran Bahasa Inggris yang membutuhkan pendekatan inovatif dan relevan secara digital. Masalah yang dihadapi adalah rendahnya integrasi pedagogis teknologi digital dalam praktik pembelajaran guru, di mana aplikasi ICT lebih sering digunakan sebatas alat bantu teknis. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran berbasis deep learning yang mengintegrasikan aplikasi Duolingo, Bamboozle, dan Kahoot secara strategis. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, pelatihan, pendampingan implementasi, serta evaluasi berbasis observasi, kuesioner, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan reflektif. Guru mampu mengintegrasikan aplikasi interaktif ke dalam RPP serta memfasilitasi kegiatan belajar siswa yang lebih bermakna dan menyenangkan. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil mendorong transformasi pedagogis pada guru mitra dan memperkuat kesiapan mereka dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan peserta didik masa kini. Model pengabdian ini dapat direplikasi pada konteks madrasah atau sekolah lain yang memiliki tantangan serupa
Referensi
Biggs, J., & Tang, C. (2011). Teaching for quality learning at university: What the student does (4th ed.). McGraw-Hill Education.
Dewi, R. M., Sari, D. K., & Hidayat, A. (2024). The use of Padlet to enhance students’ listening and critical thinking skills. Journal of English Language Teaching Innovations, 6(1), 45–56.
Fullan, M., & Langworthy, M. (2014). A rich seam: How new pedagogies find deep learning. Pearson.
Hafidzhoh, F., Kusuma, M. A., & Prasetya, A. P. (2023). Meaningful learning in digital language classrooms: Connecting personal experience and digital tools. TEFLIN Journal, 34(2), 150–167.
Hidayati, D. N., & Diana, R. (2023). Gamified language learning: Evaluating the effectiveness of Duolingo on Indonesian students’ vocabulary acquisition. International Journal of Language Education, 7(1), 21–35.
Izzati, R., & Wahyuni, S. (2021). Encouraging mindful learning through reflective questions in EFL classrooms. Indonesian Journal of English Teaching, 10(2), 89–103.
Loewen, S., Isbell, D. R., & Sporn, Z. (2020). The effectiveness of app-based language instruction for developing receptive linguistic knowledge and oral communicative ability. Foreign Language Annals, 53(2), 209–233.
Looney, J. (2019). Learning to learn: What teachers need to know. European Journal of Education, 54(2), 145–157.
Putra, R. A., & Wahyuni, T. (2022). Enhancing students’ engagement through Kahoot in English grammar learning. Journal of Language Pedagogy, 8(3), 112–124.
Ramadhani, R., Sari, R. P., & Anjani, N. (2021). Utilizing Bamboozle for collaborative English learning in secondary school: A case study. Language and Education Journal, 5(2), 98–108.
Richards, J. C. (2015). Key issues in language teaching. Cambridge University Press.
Siahaan, F., Yulianto, R., & Nirmala, A. (2023). Improving speaking performance through mobile-assisted pronunciation training using Orai. Indonesian EFL Journal, 9(1), 31–44.
Syaiful, M., Maulana, M., & Fitriani, R. (2024). Deep learning in ELT: From digital engagement to pedagogical integration. Journal of English Education Research, 12(1), 67–81.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Wang, A. I., & Tahir, R. (2020). The effect of using Kahoot! for learning: A literature review. Computers & Education, 149, 103818.
https://doi.org/10.1016/j.compedu.2020.103818
Yuliana, S., & Wulandari, E. (2022). Rethinking the role of digital tools in EFL classrooms: Beyond games and entertainment. CALL-EJ, 23(1), 55–68.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
1. Proposed Policy for Journals That Offer Open Access
Authors who publish with this journal agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).