Congklak: Media Permainan Anak Usia Dini untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Simbolik

Authors

  • Sinta Rohimah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Cemerlang, Kota Bandung
  • Dedah Jumiatin Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Siliwangi, Kota Cimahi

DOI:

https://doi.org/10.22460/ceria.v9i2.27426

Keywords:

Congklak Game Media, Early Childhood, Symbol Thinking Skills

Abstract

Penelitian ini bermula dari situasi pembelajaran yang terjadi di PAUD Cemerlang, khususnya dalam aspek kemampuan berpikir simbolik. Saat ini proses pembelajaran masih mengandalkan metode konvensional dengan penggunaan media trsdisional seperti jari tangan, majalaj dan batu kerikil, setra lebih cenderung berpusat pada peran guru untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik, penting adanya stimulus yang dapat merangsang kemampuan ini. kemampuan berpikir simbolik adalah tahap dalam pembelajaran yang berkaitan dengan pengalaman symbol atau lambang. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik adalah melalui penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan menghibur, seperti permainan congklak. Tahap dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi proses dan peningkatan kemampuan berpikir simbolik anak-anak setelah mereka menggunakan media permainan congklak. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model desain yang di kembangkan oleh Kemmis dan Mctaggar. Subjek penelitian yaitu kelompok B di PAUD Cemerlang sebanyak 19 orang anak. Teknik penumpulan data petelitian menggunkan observasi dan analisis mengunakan deskriftif kuantitatif dan bentuk persentase. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya hasil persentase pada siklus I pertemuan satu dengan hasil persentase 41,8% dengan kategori (MB), dan hasil akhir pada nilai persentase siklus II pertemuan tiga dengn hasil persentase 81,8% dengan kategori (BSB).   This research was initiated by the current learning conditions at PAUD Cemerlang, specifically regarding the development of symbolic thinking skills. The existing learning process heavily relies on conventional methods and traditional media such as textbooks, magazines, and physical objects—while remaining predominantly teacher-centered. Given the importance of effective stimuli for cognitive development, innovative and engaging media are required to enhance children's symbolic thinking, which involves the ability to recognize and relate to symbols. This study investigates the implementation of the "Congklak" game as an alternative learning medium. Utilizing Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model, the study involved 19 children from Group B at PAUD Cemerlang. Data were collected through observation and analyzed using descriptive quantitative techniques and percentage calculations. The findings indicate a significant improvement in children's symbolic thinking skills; the initial percentage of 41.8% in the first meeting of Cycle I increased to 81.8% by the third meeting of Cycle II. These results demonstrate that the use of Congklak effectively stimulates symbolic thinking abilities in early childhood education.

References

Delfia, E., & Mayar, F. (2020). Penanaman konsep berhitung anak melalui permainan pencocokkan kepingan buah. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 338-350. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i1.350

Dhiu, K. D., & Ngura, E. T. (2023). Pengembangan Media Permainan Congklak Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif (Mampu Berpikir Simbolik) Pada Anak Usia 5-6 Ta-hun di PAUD Terpadu Citra Bakti. Jurnal pengabdian masyarakat: pemberdayaan, Ino-vasi dan Perubahan, 3(1). 14-23. https://doi.org/10.59818/jpm.v3i1.221

Jalil, A. (2019). Pengembangan Media Permainan Lego Huruf Pada Anak Usia Dini (Doctoral dissertation, Pascasarjana). https://eprints.unm.ac.id/12626/

Lestari, P. I., & Prima, E. (2018, December). Permainan congklak dalam meningkatkan perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun. In Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, Dan Sosial Humaniora (SINTESA) (Vol. 1). https://doi.org/10.36002/snts.v0i0.525

Nurdiana, U., & Widodo, W. (2018). Keefektifan media permainan tradisional congklak untuk meningkatkan hasil belajar siswa. PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS, 6(02). 161-164. https://doi.org/10.26740/pensa.v6i02.23361

Nurdianti, E., & Jumiatin, D. (2021). Peran guru dan orang tua dalam meningkatkan ke-mampuan kognitif anak usia 5-6 tahun pada pembelajaran jarak jauh. CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif), 4(3), 266-274. https://doi.org/10.22460/ceria.v4i3.p%25p

Nursyamsiah, H., Cendana, T. P., Rohaeti, E. E., & Alam, S. K. (2019). Kemampuan berpikir simbolik anak usia dini pada usia 5–6 tahun. CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif), 2(6), 286-294. https://doi.org/10.22460/ceria.v2i6.p286-294

Pahrul, Y., & Amalia, R. (2021). Metode bermain dalam lingkaran untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1464-1471. https://doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.812

Permata, R. D., & Nugrahani, R. (2020, October). Implementasi kemampuan berpikir simbolik melalui penggunaan media flannel board pada anak usia 5-6 tahun. In SENASTER" Seminar Nasional Riset Teknologi Terapan" (Vol. 1, No. 1).

PERMENDIKNAS NO. 58. (2009). Permendiknas No. 58 Tahun 2009.

Rusmini, S., & Budiana, D. (2010). Upaya Guru Meningkatkan Keterampilan Dasar Dribling Dalam Permainan Bolas Basket Pada Siswa Sekolah Dasar Kelas 5. penjasor, 67.

Suyanto, S. (2005). Konsep dasar pendidikan anak usia dini. Ditjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional.

Wote, A. Y. V., Sasingan, M., & Yunita, K. (2020). Meningkatkan kemampuan berhi-tung melalui media congklak pada siswa kelas II SD Inpres Wosia. International Journal of Elementary Education, 4(1), 107-111. https://doi.org/10.23887/ijee.v4i1.24384

Published

2026-04-10

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 988 times