Art Therapy sebagai Media Pembelajarana Seni Musik pada Anak Usia Dini dalam Mengatasi Perilaku Tantrum

Authors

  • Sinta Setiawati Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Siliwangi, Kota Cimahi
  • Rohmalina Rohmalina Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Siliwangi, Kota Cimahi

DOI:

https://doi.org/10.22460/ceria.v9i3.31531

Keywords:

Art Therapy, Music Art, Early Childhood, Tantrum Behavior

Abstract

Penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhadap tingginya prevalensi perilaku tantrum pada anak usia dini, yang seringkali disebabkan oleh keterbatasan kemampuan mereka dalam mengenali dan mengekspresikan emosi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengeksplorasi efektivitas art therapy melalui seni musik dalam mengatasi perilaku tantrum pada anak usia dini di Cigugur Tengah. Tingginya prevalensi tantrum pada anak usia 4-5 tahun seringkali disebabkan oleh keterbatasan kemampuan mereka mengenali dan mengekspresikan emosi. Art therapy melalui musik dipilih sebagai metode untuk membantu anak mengelola emosinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan lima anak yang menunjukkan perilaku tantrum. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan orang tua dan guru, serta dokumentasi aktivitas anak. Analisis tematik digunakan untuk menggali pemahaman mendalam mengenai pengalaman emosional anak dan efektivitas intervensi terapi. Anak-anak mengikuti sesi art therapy musik secara berkala selama tiga bulan, yang bertujuan membantu mereka mengenali dan mengekspresikan emosi melalui musik. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan dalam frekuensi, durasi, dan intensitas tantrum setelah intervensi. Temuan ini menyoroti peran musik sebagai alat regulasi emosional, membantu anak dalam mengelola stres dan kecemasan serta memberikan respons yang lebih konstruktif terhadap emosi.   This study was motivated by concerns about the high prevalence of tantrum behavior among early childhood children, which is often associated with their limited ability to recognize and express emotions. The purpose of this study was to examine the effectiveness of music-based art therapy in reducing tantrum behavior among young children in Central Cigugur. This study employed a qualitative approach using a case study design and involved five children aged 4–5 years who exhibited tantrum behavior. Data were collected through observations, interviews with parents and teachers, and documentation of children's activities. The data were analyzed using thematic analysis to gain an in-depth understanding of the children's emotional experiences and the effectiveness of the intervention. The participants attended regular music-based art therapy sessions over three months to help them recognize and express their emotions through music. The findings showed a significant reduction in the frequency, duration, and intensity of tantrum behavior following the intervention. These findings suggest that music-based art therapy is effective in supporting children's emotional regulation by helping them manage stress and anxiety and respond to emotions in more constructive ways.  

References

Anggara, O. F. (2016). Pengaruh Expressive Arts Therapy terhadap Dimensi Psychological Well Being Pada Anak Jalanan di Jaringan XYZ (Doctoral dissertation, UNI-VERSITAS AIRLANGGA). https://repository.unair.ac.id/23776/

Helmastuti, F., Anggriana, T. M., & Suharni, S. (2022). Penerapan Art therapy untuk mengurangi perilaku repetitif pada anak autis di Dalta Ozora. Prosiding Seminar Nasional Bimbingan Dan Konseling, 6(1), 28–35. https://prosiding.unipma.ac.id/index.php/SNBK/article/download/3186/2525

Ines, N. I. S. (2022). Pelaksanaan Terapi Musik Pada Anak Autisme Di Daya Indonesia Performing Art Academy. Repertoar Journal, 3(1), 41–55. https://doi.org/10.26740/rj.v3n1.p41-55

Küssner, M. B., Taruffi, L., & Floridou, G. A. (Eds.). (2023). Music and mental imagery. London and New York: Routledge.

Maharani, I., Efendi, N., & Oktira, Y. S. (2022). Studi Literatur Seni Musik Dalam Pembentukan Karakter Siswa di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 4(6), 13090-13098. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i6.10699

Marito, A. S. (2024). Pengaruh Musik terhadap Kesehatan Mental. Circle Archive, 1(4), 1–13. https://www.kompasiana.com/adndslma/629edf66860ddb0a2c431ec2/pengaruh-musik-terhadap-kesehatan-mental

Nasution, A. Z., Sembiring, J. B., Hayati, R., & Nasution, F. (2023). Bimbingan Konseling Pada Anak Usia Dini. Al Tahdzib: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2(2), 57–68. https://doi.org/10.54150/altahdzib.v2i2.221

Ningrum, D. (2022). The Efficacy of Brainspotting Therapy for the Treatment of Tantrum in Young Children. Child Education Journal, 4(2), 111–122. https://orcid.org/0000-0001-7030-258X

Ritonga, Y. F., & Ritonga, R. S. (2023). Penerapan Play Therapy Pada Anak Yang Mengalami Temper Tantrum Usia 4-5 Tahun. PeTeKa, 6(3), 595–603. https://doi.org/10.31604/ptk.v8i3.595-603

Soemarmi, S., & Hariyani, I. T. (2024). Keefektifan Filial Play dalam Meningkatkan Kemampuan Orangtua Meregulasi Emosi Anak Usia Dini. Dinamika Pembelajaran: Jurnal Pendidikan Dan Bahasa, 1(3), 40–56. https://doi.org/10.62383/dilan.v1i3.409

Thompson, R. A., & Lagattuta, K. H. (2006). Feeling and Understanding: Early Emotional Development. In W. Damon & R. M. Lerner (Eds.), Handbook of Child Psychology: Vol. 3. Social, Emotional, and Personality Development (6th ed., pp. 317-390). Wiley.

Vinlandari, A., Syifauzakia, S., & Mulyana, A. (2022). Terapi Seni sebagai Media untuk Menjaga Kesehatan Mental Ibu dalam Mendidik Anak Usia Dini. Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE), 6, 1–8. https://conference.uin-suka.ac.id/index.php/aciece/article/view/884

Wadu, N. M. K., Mediani, H. S., & Artikel, I. (2021). Pengaruh Terapi Musik untuk Mengurangi Kecemasan Anak: Systematic Review. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak, 4(2). https://doi.org/10.32584/jika.v4i2.1147

Wardana, R. W., Herawati, A. A., & Pradikto, B. (2023). Edukasi Peran Perempuan Melalui Art therapy Sebagai Strategi Ketahanan Keluarga Pasca Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Pendidikan, 4(1), 164–183.

Wardani, D. P., Sinurat, P. Z., Murtiningsih, H., Hidayat, S., Syahiffah, S. S., Rozak, R. W. A., & Sukriah, E. (2023). Potensi Art Gallery Sebagai Wisata Edukasi dan Sarana Terapi Mental Disorder. Journal of Tourism and Creativity, 7(2), 67–71. https://doi.org/10.19184/jtc.v7i2.38687

Widjanarko, P. (2016). Pendidikan Seni Bermain Dan Bernyanyi Anak Usia Dini. Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak Dan Media Informasi PAUD, 1(1), 25–31. https://doi.org/10.33061/ad.v1i1.1206

Published

2026-07-01

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 0 times