PEMANFAATAN CERITA RAKYAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL LEGENDA SUNGAI CITARUM DALAM PEMBELAJARAN BERCERITA SISWA SEKOLAH DASAR SEBAGAI UPAYA MENGOPTIMALKAN GERAKAN NASIONAL REVOLUSI MENTAL

Dani Hermawan(1*), Rae Dadela(2)

(1) Universitas Bale Bandung
(2) Universitas Bale Bandung
(*) Corresponding Author

Abstract


Pembelajaran Bahasa dan sastra Indonesia di Sekolah Dasar lebih difokuskan pada kompetensi berbahasa dan kemampuan mengapresiasi sastra. Tujuannya adalah agar siswa memiliki kemampuan dalam menikmati, menghayati, memahami, dan memberi kesan terhadap karya sastra. Keberhasilan pencapaian target pembelajaran salah satunya dipengaruhi oleh faktor pemanfaatan media pembelajaran. Ketepatan guru dalam memanfaatkan media akan berpengaruh pada motivasi dan prestasi siswa. Namun penyediaan bahan bacaan sastra masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) hasil analisis unsur intrisik cerita Legenda Sungai Citarum; 2) hasil analisis nilai kearifan lokal dalam cerita tersebut; 3) uji kelayakan bahan ajar. Melalui pemanfaatan hasil analisis nilai kearifan lokal pada naskah cerita rakyat Lengenda Sungai Citarum yang berasal dari Kabupaten Bandung diharapkan mampu dijadikan alternatif bahan ajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi deskriptif analitik kualitatif. Data penelitian diambil dari cerita rakyat Legenda Sungai Citarum yang ada di Kabupaten Bandung Jawa Barat. Hasil pengolahan data penelitian dibagi menjadi dua jenis. Pertama hasil analisis nilai kearifan lokal dari sepuluh cerita rakyat ditemukan dua nilai kearifan lokal. Kedua, hasil uji kelayakan bahan ajar terhadap pengguna diperoleh rata-rata 80,25% dan dinyatakan sangat layak digunakan.


Keywords


Cerita rakyat, kearifan lokal, Legenda Sungai Citarum, warisan budaya

References


Arifin, Z,.2011. Evaluasi Pembelajaran: Prinsip, Teknik, Prosedur. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Arikunto, S., 2019. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rinneka Cipta.

Chaer, A. & Agustina, L., 2014. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya.

Hijiriah, S., 2017. Kajian Struktur, Fungsi, Dan Nilai Moral Cerita Rakyat Sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Sastra. Riksa Bahasa, III(1), pp. 117-125

Kosasih, E., 2011. Sastra Klasik sebagai Wahana Efektif Pengembangan Pendidikan Karakter. Dalam: K. A. Harras & M. Saadie, penyunt. Pendidikan Sastra dan Karakter Bangsa. Bandung: Jurdiksastrasia FBBS UPI, pp. 35-54.

Majid, A., 2012. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. 1 penyunt. Bandung: Remaja Rosdakarya

Muhyidin, A., 2011. Bahasa dan Budaya. Dalam: K. A. Harras & M. Saadie, penyunt. Pendidikan Sastra dan Karakter Bangsa. Bandung: Judiksastrasia FBBS UPI, pp. 212-219.

Nurgiyantoro, B., 2012. Teori Pengkajian Fiksi. ke9 penyunt. Yogyakarta: Gadjah Mada Univeristy Press.

Siadari, C., 2015. Pengertian Sastra Menurut Para Ahli. [Online]

Available at: https://www.kumpulanpengertian.com/2015/04/pengertian-sastra-menurut-para-ahli.html

[Diakses 30 Juni 2022].

Sugiyono, 2013. Metode Penelitian Kuantitati, Kualitatif, dan R & D. ke1 penyunt. Bandung: Alfabeta.

Wellek, R. & Warren, A., 2014. Teori Kesusastraan. ke5 penyunt. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.




DOI: http://dx.doi.org/10.22460/collase.v5i4.11679

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.
View My Stats