Penguatan Literasi Membaca dan Menulis Kreatif bagi Remaja Melalui Bengkel Sastra Komunitas Berbasis Budaya Lokal
Kata Kunci:
adolescent literacy, creative writing, literary workshop, local culture, community empowerment.Abstrak
Rendahnya minat baca dan keterampilan menulis di kalangan remaja menjadi persoalan mendasar dalam dunia pendidikan Indonesia saat ini, terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kondisi ini diperburuk oleh dominasi media digital yang sering kali konsumtif dan kurang mendorong kemampuan literasi kritis. Pengabdian ini bertujuan untuk menguatkan literasi membaca dan menulis kreatif remaja melalui pendekatan berbasis budaya lokal dalam wadah Bengkel Sastra Komunitas. Program ini mengadopsi pendekatan konstruktivistik dan literasi transformatif yang diperkaya dengan teori ekoliterasi budaya dari Capra dan pembelajaran partisipatif menurut Freire. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis komunitas dengan model workshop, diskusi sastra, serta praktik menulis kreatif berbasis budaya lokal. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan di komunitas literasi lokal, melibatkan 30 remaja usia 13–17 tahun. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan menulis puisi, cerpen, dan esai budaya. Evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test serta lembar observasi menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 43% dalam aspek ekspresi, imajinasi, dan struktur tulisan. Kesimpulannya, Bengkel Sastra Komunitas berbasis budaya lokal efektif menjadi ruang pemberdayaan literasi remaja dan memperkuat jati diri kultural mereka.