Pengaruh Alat Permainan Edukatif Busy Board terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok B

Authors

  • Sulastya Ningsih 1 Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo
  • Nurul Aini MM Sodik Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo
  • Ni Putu Vivin Indrawati Universitas Pendidikan Ganesha, Bali
  • Elva M Sumirat Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo
  • Esterlita Abdjul Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo
  • Mita Sari Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.22460/ceria.v8i6.29413

Keywords:

Educational Play Tool, Busy Board, Fine Motor Skill

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus pada anak usia dini, khususnya kelompok B, yang sering mengalami kesulitan dalam mengontrol gerakan jari dan koordinasi tangan-mata. Keterlambatan ini dapat menghambat kesiapan anak dalam menulis dan belajar mandiri di jenjang pendidikan berikutnya. Oleh karena itu, peneliti memilih Busy Board sebagai variabel karena alat permainan edukatif ini dapat menstimulasi keterampilan motorik halus melalui aktivitas manipulatif yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Busy Board terhadap kemampuan motorik halus anak kelompok B di TK Negeri Pembina KH Dewantoro. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest pada 18 anak. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan performance test, kemudian di analisis dengan uji paired sample t-test menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dari rata-rata 43,33 menjadi 77,5 dengan nilai p = 0,000. Dengan demikian, Busy Board efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk mendukung perkembangan motorik halus anak usia dini.   This study is motivated by the low fine motor skills observed in early childhood, particularly among children in Group B, who frequently experience difficulties in controlling finger movements and coordinating hand–eye actions. Such delays may hinder children’s readiness for writing and independent learning at subsequent educational levels. Therefore, the Busy Board was selected as the intervention variable because it is an educational tool that can stimulate fine motor development through engaging manipulative activities. The purpose of this study is to examine the effect of busy board activities on the fine motor skills of Group B children at Pembina KH Dewantoro State Kindergarten. The study employed an experimental one-group pretest–posttest design involving 18 children. Data were collected through observation, documentation, and performance tests and were analyzed using a paired-sample t-test in SPSS. The results indicated a significant improvement in fine motor skills, with the mean score increasing from 43.33 to 77.50 (p = 0.000). These findings demonstrate that the busy board is an effective learning medium for supporting the fine motor development of early childhood learners.

References

Afriani, A., & Angraini, V. (2024). Pengaruh Media Busy Board terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak di TK Iqra’ Tunggul Hitam Padang. Asian Journal of Early Childhood and Elementary Education, 2(2), 115–126. https://doi.org/10.58578/ajecee.v2i2.2910

Alfiah. (2020). Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Menganyam (TK Dharma Wanita Kletekan 2 Jogorogo Ngawi Tahun Ajaran 2018/2019). JMECE, 1, 55–4. https://ejournal.stkipmodernngawi.ac.id/index.php/JMECE/article/view/160

Arikunto. (2019). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.

Claudia, S. (2018). Origami Game for Improving Fine Motor Skills for Children 4-5 Years Old in Gang Buaya Village in Salatiga. 2, 143–148. https://obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/97

Dimas, A. P., & Akmal, N. (2022). Pengenalan Permainan Busy Board untuk Membantu Perkembangan Anak Usia Dini di UPT PPRSA Inang Matutu Makassar. Jurnal Dedikasi, 24(1), 39–42. https://ojs.unm.ac.id/dedikasi/article/view/33109

Hasanah, F., & Nurahayati, S. (2023). Media Pembelajaran Busy Board Dalam Mening-katkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun. Ceria (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif), 6(1), 2614–4107. https://doi.org/10.22460/ceria.v6i5

Hendayani, Muslihin, & Rahman. (2020). Upaya Peningkatan Kemampuan Motorik Ha-lus Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Media Balok Bergambar Di Tkip Assalaam Kota Tasikmalaya. Jurnal Paud Agapedia, 3(1), 48–60. https://ejournal.upi.edu/index.php/agapedia/article/view/26668

Kemenkes, R. (2018). Laporan Provinsi Jawa Tengah Riskesdas 2018. Riskesdas Jateng. https://www.google.com/search?q=Kemenkes%2C+R.+(2018).+Laporan+Provinsi+Ja-wa+Tengah+Riskesdas+2018.+Riskesdas+Jateng&oq=Kemenkes%2C+R.+(2018).+Laporan+Provinsi+Jawa+Tengah+Riskesdas+2018.+Riskesdas+Jateng&gs_lcrp=EgZjaHJvbWUyBggAEEUYOTIHCAEQIRiPAjIHCAIQIRiPAt-IBCTE0MDlqMGoxNagCCLACAfEFFh3DrtYEb5o&sourceid=chrome&ie=UTF-8

Lestari. (2018). Peningkatan Keterampilan Motorik Halus Melalui Kegiatan Melipat Pada Anak Kelompok B TK Aba Ledok 2. . Jurnal Student UNY, 1–9. https://journal.student.uny.ac.id/pgpaud/article/view/11326

Mahardikha, Asrori, M., & Yuniarni, D. (2019). Permainan Edukatif dengan Media Puz-zle Mengembangkan Kemampuan kognitif anak usia 4-5 tahun Tk Islamiyah. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 2(10), 1–10. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/view/3631

Marmi. (2018). Asuhan Neonatus, Bayi, Balita, dan Anak Prasekolah. Pustaka Pelajar.

Muflihatin, I., Purnasari, G., & Swari, S. (2019). Analisis perkembangan motorik kasar ditinjau dari status gizi berdasarkan WHO di TK Bayangkara Polres Jember. Jurnal Kesehatan, 6(1), 13–17. https://doi.org/10.25047/j-kes.v6i1.41

Ningsih, S., Nurul Maulida Alwi, Aina Nurdiyanti, & Nurain Duke. (2023). pengem-bangan Media E-Tangram Geometri Berbasis Android Pada Materi Bangun Datar Di Sekolah Dasar. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 6(4), 141. http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jrpp

Nopitasari, D., Girsang, E., & Siswanti, R. (2019). Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Usia 2-3 Tahun Di Posyandu Wilayah Kerja the Relationship of Nutritional Status With Crude Motor Development in Chil-dren Aged 2-3 Years in Posyandu Work. Jurnal Ilmiah Wijaya, 11, 183–196. https://jurnalwijaya.com/index.php/jurnal/article/view/pv11n2p183

Nurul, A. W. C. , K. A. (2023). Belajar Dari Rumah: Mengembangkan Kemampuan Mo-torik Halus Anak Melalui Kegiatan Menganyam . CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif), 6(6), 2614–2629. https://journal.ikipsiliwangi.ac.id/ceria/article/view/17643

Ima, I. F. A., Juniarti, Y., Ningsih, S., & Sodik, N. A. M. (2024). Pengaruh Permainan Marble Maze Terhadap Kemampuan Motorik Halus Pada Anak Kelompok A Di TK Cempaka. Ceria : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 13(3), 354–370.

Rahma, D. (2017). Penggunaan Alat Permainan Edukatif (Ape) Untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia 5-6 Tahun Di Paud Al Fikri. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Untan, 6(10), 212143. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/viewFile/22166/17727

Sucipto, H., & Rahayu, S. (2016). Journal of Physical Education and Sports Manajemen Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Smp-Sma Semesta Bi-lingual Boarding School Semarang Info Artikel. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jpes

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sulistyawati, A. (2017). Deteksi TumbuhKembang Anak. III. Salemba Medika.

Suyanto, S. (2005). Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Hikayat Publising.

Tsalisah. (2019). Pengetahuan Guru PAUD tentang Alat Permainan Edukatif dalam Pem-belajaran. Jurnal Pendidikan Anak, 5(1). https://doi.org/10.22460/ceria.v6i5

Yuliasari, N., Sumarni, S., & Rukiyah, R. (2020. Pengembangan Alat Permainan Edukatif Busy Board Untuk Motorik Halus Anak Kelompok a Di Taman Kanak-Kanak. Tumbuh Kembang: Kajian Teori Dan Pembelajaran PAUD, 7(1), 87–96. https://doi.org/10.36706/jtk.v7i1.11552

Published

2025-12-10

Article Metrics

Abstract view : 3 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 1788 times