KEMAMPUAN MENULIS PANTUN PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BANDUNG

Indra Nugrahayu Taufik(1*)

(1) Universitas Bale Bandung
(*) Corresponding Author

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kemampuan menulis pantun pada siswa sekolah dasar yang ada di Kabupaten Bandung. Tampak jelas pada kompetensi dasar menulis pantun di Kelas 5 Sekolah Dasar dituntut fungsi-fungsi edukatif, ideologis, dan kultural agar melekat secara praktis pada pembelajaran menulis pantun. Sifat tematik integratif dalam pembelajaran tidak hanya pada konektivitas antara pembelajaran pantun (sastra) dengan mata pelajaran lain yang biasa terdeskripsikan secara variatif, baik secara jejaring, konektif, dan hubungan  lainnya. Tematik integratif bahkan berdampak pada tataran relasional antara bahasa dan sastra. Hal ini tergambar dengan adanya tuntutan pada kompetensi dasar agar siswa menulis pantun dengan memilih dan memilah kosakata baku. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Aspek peniliaian dalam kemampuan peserta didik pada tingkat sekolah dasar yang ada di wilayah di Kabupaten Bandung dalam menulis pantun terdiri atas aspek bahasa dan aspek sastra. kemampuan peserta didik dalam menulis pantun termasuk kategori cukup dengan jumlah persentase 44,44% atau 142 orang dari 317 responden.  Apabila dirata-ratakan secara keseluruhan, maka nilainya adalah 68,23.


Keywords


menulis, pantun

Full Text:

PDF

References


Semi, M. A. (2007). Dasar-Dasar Keterampilan Menulis. Bandung: Angkasa.

Alisjahbana, S. T. (1952). Puisi Lama. Jakarta: Pustaka Rakyat.

Gerard, P. (2000). Writing a Book that Makes Difference. Ohio: Story Press.

Hadiyanto. (2001). Membudayakan Kebiasaan Menulis. Bogor: PT Fikahati .

Hamilton, A. W. (1941). Malay Pantuns Pantun Melayu. Sydney: Australian Publishing.

Hutomo, S. S. (1991). Mutiara yang Terlupakan: Pengantar Studi Sastra LIsan. Surabaya: Himpunan Sarjana Kesusatraan Indonesia (HISKI) Komisariat Jawa Timur.

Liaw, Y. F. (2016). Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Rusyana, Y. (1986). Keterampilan Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka.

Saragih, A. (2007). Fungsi Tekstual dalam Wacana (Panduan Menulis Rema dan Tema). Medan: Balai Bahasa Medan.

Sardila, V. (2015). Strategi Pengembangan Linguistik Terapan melalui Kemampuan Menulis Biografi dan Autobiografi: Sebuah Upaya Membangun Ketermapilan Menulis Kreatif Mahasiswa. An-Nida :Jurnal Pemikiran Islam, 40(2), 110-117. doi:http://dx.doi.org/10.24014/an-nida.v40i2.1500

Tarigan, H. G. (1984). Menulis sebagai Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Waluyo, H. J. (1995). Teori dan Apresiasi Puisi. Bandung: Erlangga.

Wilkinson, R. J., & Winstedt, R. O. (1957). Pantun Melayu (2 ed.). Singapore: Malaya Publishing House.




DOI: http://dx.doi.org/10.22460/collase.v5i3.10910

Article Metrics

Abstract view : 46 times
PDF - 7 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.
View My Stats