Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Berbasis Task-Based Learning di Sekolah Menengah
DOI:
https://doi.org/10.22460/jp-pro.v2i1.31284Keywords:
Modul Ajar, Pembelajaran Berbasis TugasAbstract
Penguatan kapasitas guru dalam menyusun modul ajar yang kontekstual dan berorientasi pada capaian pembelajaran menjadi kebutuhan strategis dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Pendekatan Task-Based Learning (TBL) sebagaimana dikembangkan oleh Jane Willis dan Rod Ellis menekankan penggunaan tugas autentik sebagai inti pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan dan kompetensi peserta didik. Program pengabdian ini bertujuan mendampingi guru sekolah menengah dalam menyusun modul ajar berbasis TBL melalui tahapan analisis kebutuhan, lokakarya konseptual, praktik penyusunan modul, dan peer review. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-kolaboratif dengan desain pelatihan berbasis proyek. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual guru, kualitas perumusan tujuan berbasis outcome, serta integrasi tugas autentik dalam struktur modul ajar. Secara konseptual, temuan ini menegaskan bahwa pendampingan sistematis mampu mengoptimalkan implementasi TBL secara operasional. Disimpulkan bahwa model pendampingan kolaboratif efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru dan menghasilkan modul ajar yang lebih aplikatif, reflektif, dan berorientasi pada pembelajaran bermakna.