Pelatihan Digital Storytelling untuk Guru Bahasa Inggris dalam Meningkatkan Keterampilan Menyimak dan Berbicara Siswa Sekolah Dasar
Kata Kunci:
komunikasi dasar, bahasa Inggris, siswa sekolah dasar, kepercayaan diri, wilayah pinggiranAbstrak
Pengembangan keterampilan menyimak dan berbicara dalam pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar memerlukan pendekatan inovatif yang mampu merangsang keterlibatan siswa secara aktif. Digital storytelling sebagai metode pembelajaran interaktif berbasis teknologi menawarkan solusi potensial dalam meningkatkan dua keterampilan esensial tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menyimak dan berbicara siswa di beberapa sekolah dasar mitra, yang disebabkan oleh metode pengajaran konvensional dan keterbatasan guru dalam mengintegrasikan teknologi pembelajaran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru Bahasa Inggris dalam merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi digital storytelling untuk mendukung proses pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan intensif, praktik langsung, dan pendampingan reflektif. Teori yang digunakan meliputi teori konstruktivisme sosial (Vygotsky) dan teori literasi digital (Gilster, 1997; Belshaw, 2012). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan https://www.surreyhillschallenge.com/ guru dalam penggunaan digital storytelling serta dampak positif terhadap antusiasme belajar siswa. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi kelas. Kesimpulan menunjukkan bahwa pelatihan ini efektif dalam memperkuat kapasitas pedagogis guru dan mendorong transformasi pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar.





