ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI CIRI – CIRI BANGUN DATAR MENGGUNAKAN TES DIAGNOSTIK TWO TIER MULTIPLE CHOICE DI KELAS VB SD NEGERI CIREMAI GIRI

Penulis

  • Fattya Rosyada PPG PGSD, Universitas Swadaya Gunung Jati
  • Nurul Ikhsan Karimah PPG PGSD, Universitas Swadaya Gunung Jati

DOI:

https://doi.org/10.22460/jpp.v4i1.27341

Kata Kunci:

model two-tier, miskonsepsi, tes diagnostik

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui miskonsepsi siswa pada pembelajaran matematika materi ciri- ciri bangun datar melalui instrument tes diagnostik two-tier multiple choice. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini siswa kelas VB SD Negeri Ciremai Giri yang berjumlah 25 siswa. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil observasi, hasil tes diagnosti two-tier, wawancara diagnosis dengan siswa, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen tes diagnostic model two-tier memenuhi kriteria valid dan layak digunakan di lapangan. Hasil miskonsepsi pada pembelajaran matematika dengan materi ciri – ciri bangun datar pada kelas VB di SD Negeri Ciremai Giri secara keseluruhan menunjukkan persentase sesuai dengan kriteria sebesar 29,40% siswa dinyatakan menguasai konsep dengan baik dalam kriteria pemahaman utuh, siswa yang mengalami miskonsepsi dalam klasifikasi miskonsepsi positif (false positive) 10,00%, miskonsepsi negatif (false negative) 7,40%, miskonsepsi murni 7,80%, kriteria lainnya menebak 12,10%, kurang paham konsep 15,20%, tidak paham konsep 17,80%.

Referensi

Agustyarini, Y., & Ningrum, R. W. (2023). Miskonsepsi siswa SMP dalam memahami ciri-ciri bangun segi empat. Chalim Journal of Teaching and Learning, 3(2), 95–102.

Ainiyah, L. A. (2016). Identifikasi miskonsepsi siswa dalam materi geometri pada pembelajaran matematika siswa kelas V sekolah dasar III SMP Negeri 1 Punggelan. Jurnal Pendidikan Matematika, 5(1).

Arikunto, S. (2015). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arslan, H. O., Cigdemoglu, C., & Moseley, C. (2012). A three-tier diagnostic test to assess preservice teacher misconceptions about global warming, greenhouse effect, ozone layer depletion, and acid rain. International Journal of Science Education, 34(11), 1667-1686.

Chandrasegaran, A. L., Treagust, D. F., & Mocerino, M. (2007). The development of a two-tier multiple choice diagnostic instrument for evaluating secondary school students' ability to describe and explain chemical reactions using multiple levels of representation. Journal of Chemistry Education Research and Practice, 8(3), 293-307.

Depdiknas. (2007). Pedoman pengembangan tes diagnostik mata pelajaran IPA SMP/MTS. Jakarta: Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Elisahaya, & Imami, A. I. (2019). Analisis kemampuan koneksi matematis peserta didik pada materi segiempat. Prosiding Seminar Nasional Matematika Dan Pendidikan Matematika Sesiomadika 2019, 53–61.

Gita, A., Murnaka, N. P., & Sukmawati, K. I. (2018). Penerapan model pembelajaran conceptual understanding procedures (cups) sebagai upaya mengatasi miskonsepsi matematis siswa. Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang, 2(1), 65–76.

Hidayah, I. S., & Fitriani, N. (2021). Analisis kesulitan siswa smp kelas vii dalam memahami materi segiempat dan segitiga dalam pembelajaran daring. Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif, 4(3), 631–642.

Mubarak, S., Susilaningsih, E., & Cahyono, E. (2016). Pengembangan tes diagnostik three tier multiple choice untuk mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik kelas XI. Journal of Innovative Science Education, 5(2). Universitas Negeri Semarang. Diakses dari http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jise.

Mufidah, I., & Budiarto, M. T. (2018). Miskonsepsi siswa SMP dalam memahami konsep bangun datar segiempat ditinjau dari gaya belajar vak. MATHEdunesa Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 2(7), 232-239.

Natalia, T., Karolin, & dkk. (2016). Miskonsepsi pada penyelesaian soal aljabar siswa kelas v sekolah dasar berdasarkan proses berpikir mason. Jurnal Pendidikan, 1(10).

Ningrum, R. W., & Budiarto, M. T. (2016). Miskonsepsi siswa SMP pada materi bangun datar segiempat dan alternatif mengatasinya. MATHEdunesa Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 1(5), 59-66.

Nurkamilah, P., & Afriansyah, E. A. (2021). Analisis miskonsepsi siswa pada bilangan berpangkat. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 10(1), 49-60.

Suparto, S., Kusaeri, K., & Ningsih, A. (2022). Pengembangan four-tier diagnostic test untuk mengidentifikasi miskonsepsi materi segitiga. Transformasi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika, 6(1), 61–74.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif,dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sutiarso, S., & Coesamin, M. (2013). Identifikasi kesalahan matematis siswa kelas v sekolah dasar sekolah dasar dalam geometri. Jurnal Pendidikan MIPA Universitas Lampung, 14(1), 33-38.

Treagust, D. F. (1995). Development and use of diagnostic test to evaluate students' misconceptions in science. International Journal of Science, 10(2), 159-169.

Tüysüz, C. (2009). Development of two-tier instrument and assess students’ understanding in chemistry. Scientific Research and Essay, 4(6), 626-631.

Wahyudi, A., Dwi Agustin, R., Ambarawati, M., & Utomo, I. B. (2022). Pengembangan media aplikasi geotri pada materi geometri berbasis mobile learning. Jurnal Ilmiah Matematika Realistik (JI-MR), 3(2), 62–70.

Diterbitkan

2025-06-25

Terbitan

Bagian

Articles

Article Metrics

Abstrak view : 0 times
PDF (English) - 2342 times