Understanding the concept of the deep learning approach in using storytelling methods in elementary schools

Penulis

  • Susilawati PGSD, IKIP Siliwangi
  • Yeni Hadianti PGSD, IKIP Siliwangi
  • Risma Nuriyanti PGSD, Institut Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22460/jpp.v5i1.27467

Kata Kunci:

Deep Learning Approach, Elementary School Teachers, Storytelling Method

Abstrak

Pembelajaran mendalam dalam konteks pendidikan menekankan pada penguasaan materi secara teoritis dan pembelajaran bermakna yang melibatkan pengalaman dan situasi nyata serta mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif serta memecahkan masalah melalui kegiatan eksploratif dan interaktif, seperti bercerita. Metode bercerita dipilih karena dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, meningkatkan partisipasi, dan menumbuhkan motivasi intrinsik siswa. Oleh karena itu, guru harus terlebih dahulu memahami konsep pendekatan pembelajaran mendalam secara menyeluruh dalam metode bercerita. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman guru tentang pendekatan pembelajaran mendalam dalam penggunaan metode bercerita di sekolah dasar, serta tantangan yang dihadapi dalam mengintegrasikan metode bercerita dengan pendekatan pembelajaran mendalam. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner. Partisipan dalam penelitian ini adalah 10 guru sekolah dasar di Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian guru memiliki pemahaman yang positif tentang pentingnya pendekatan pembelajaran mendalam. Namun, masih terdapat sejumlah guru yang juga menyampaikan tantangan dalam menerapkan strategi pembelajaran yang efektif, seperti pemahaman yang belum mendalam, kurangnya ide dalam menentukan cerita, dan mengondisikan siswa dengan gaya belajar yang beragam. Penelitian ini menyarankan perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru dan ide cerita yang tepat berdasarkan gaya belajar masing-masing jenjang.

Referensi

Ak, S. (2008). A conceptual analysis on the approaches to learning. Educational Sciences: Theory & Practice, 8(3).

Akmal, A. N., & Maelasari, N. (2025). Pemahaman deep learning dalam pendidikan: Analisis literatur melalui metode systematic literature review (SLR). JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. http://jiip.stkipyapisdompu.ac.id

Al-Mansour, N. S., & Al-Shorman, R. A. (2011). The effect of teacher’s storytelling aloud on the reading comprehension of Saudi elementary stage students. Journal of King Saud University: Languages and Translation, 23(2), 69–76. https://doi.org/10.1016/j.jksult.2011.04.001

Dini, I., Kim, S., & Nomura, S. (2024). Teacher practices in Indonesia: Results of the teach primary classroom observation study.

Fitri, A., Amin, K., Tauhid, Z., & Ramadona, A. (2025). Initiating a full fulfillment curriculum-based deep learning: Integration of knowledge and character in learning. Jurnal PAJAR, 9(1), 96–104. https://doi.org/10.33578/pjr.v9i1.10133

Fullan, M., Quinn, J., & McEachen, J. (2018). Deep learning. California Bookwatch.

Hidaya, K. N., Hasanudin, C., & Sutrimah, S. (2024). Peningkatan kemampuan bercerita dengan menggunakan model pembelajaran quantum learning berbantuan komik digital. Jubah Raja: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran, 3(1), 37–45.

Hidayat, A. G., & Haryati, T. (2025). Analisis efektivitas pembelajaran menggunakan pendekatan deep learning pada sekolah dasar. Jurnal Kurikula: Jurnal Pendidikan, 9. https://ejournal.iaingawi.ac.id/index.php/kurikula/ind

Jafar, M. I. (2025). Implementation of deep learning-based curriculum: Readiness of elementary school teachers. Jurnal Eduscience, 12(6).

Kasmad, M., Iskandar, S., Ruswan, A., & Nikawanti, G. (2023). Model pembelajaran digital di era 4.0 bagi guru sekolah dasar. Metodik Didaktik. https://ejournal.upi.edu/index.php/MetodikDidaktik/index

Maureen, I. Y., van der Meij, H., & de Jong, T. (2018). Supporting literacy and digital literacy development in early childhood education using storytelling activities. International Journal of Early Childhood, 50(3), 371–389. https://doi.org/10.1007/s13158-018-0230-z

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. SAGE Publications.

Rhamadhani, S. N., & Solihati, N. (2024). Pengaruh model bercerita (storytelling) terhadap pemahaman bacaan siswa kelas V di sekolah dasar. Journal of Syntax Literate, 9(8).

Wibowo, A., Simaremare, A., & Yus, A. (2022). Analisis permasalahan belajar pendidikan dasar. Journal of Social Interactions and Humanities, 1(1). https://journal.formosapublisher.org/index.php/jsih

Wu, J., & Chen, D.-T. V. (2020). A systematic review of educational digital storytelling. Computers & Education, 147, Article 103786. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2019.103786

Yuliani, A. R., Amri, M. F., Suryawati, E., Ramdan, A., & Pardede, H. F. (2021). Speech enhancement using deep learning methods: A review. Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi, 21(1), 19. https://doi.org/10.14203/jet.v21.19-26

Zuhro, I. H., & Qurotal, D. A. (2024). Menghidupkan nilai-nilai Ki Hajar Dewantara dalam pembelajaran deep learning. Jurnal Media Akademik, 2. https://doi.org/10.62281

Diterbitkan

2026-06-25

Terbitan

Bagian

Articles

Article Metrics

Abstrak view : 0 times
PDF (English) - 859 times